Latihan Berempati
“Hidup setiap orang begitu khas, istemewa dan unik, siapakah yang mau mendengarkan untuk mengerti keunikan itu ?” (Stepen R. Covery)
Berkomunikasi secara empatis dapat dilatih dengan membiasakan diri mendengarkan perasaan dan perspektif orang lain.
Mendengarkan dibedakan menjadi beberapa tingkat, yaitu:
1. Mengabaikan Tidak berusaha mendengarkan.
2. Pura-pura mendengar Berbuat seolah-olah kita mendengarkan.
3. Mendengar secara selektif Mendengarkan hanya bagian-bagian pembicaraan
yang menarik minat.
4. Mendengar dengan penuh perhatian Memperhatikan dan berfokus pada apa yang dikata -
kan si pembicara dan membandingkan dengan pengalaman kita sendiri.
5. Mendengar secara empati Mendengarkan dan merespon dengan hati maupun
Pikiran untuk mengerti perkataan, maksud dan pera-
saan si pembicara .
Kiat mendengar secra empatik adalah sebagai berikut:
1. Mengatakan kembali isinya, meringkas arti dengan kata-kata sendiri.
2. Merefleksikan perasaan, lebih mendalami dan mulai menangkap perasaanorang lain dengan kata-kata sendiri. Disamping kata-kata, mencoba memperhatikan perasaannya dari bahasa isyarat (non-verbal, raut muka) serta nada suaranya.
3. mengatakan kembali isi serta merefleksikan perasaan, mengekspresikan baik kata-kata maupun perasaan orang lain dengan kata-kata kita sendiri.
Empati Star Performer
Menurut Goleman, lima kemampuan empati yang umumnya dimiliki oleh para star performer adalah :
1. Memahami orang lain, Yaitu mengindera perasaan-perasaan dan perspektif orang lain, serta menunjukkan minat-minat aktif terhadap kepentingan-kepentingan mereka. Orang dengan kecakapan ini :
Memperhatikan isyarat-isyarat emosi dan mendengarkan dengan baik
Menunjukkan kepekaan dan pemahaman terhadap perspektif orang lain.
Membantu berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain.
2. Mengembangkan orang lain, yaitu mengindera kebutuhan orang lain untuk perkembangan dan meningkatkan kemampuan mereka. Orang dengan kecakapan ini :
Mengakui dan menghargai kekuatan, keberhasilan dan perkembangan orang lain.
Menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan mengidentifikasi kebutuhan orang lain untuk berkembang.
Menjadi mentor, memberikan perhatian pada waktu yang tepat, dan penugasan-penugasan yang menantang serta memaksakan dikerahkannya keterampilan seseorang.
3. Orientasi pelayanan, yaitu mengantisipasi, mengakui dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Orang dengan kecakapan ini :
Memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan semua itu dengan pelayanan atau produk yang tersedia.
Mencari berbagai cara untuk meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan.
Dengan senang hati menawarkan bantuan yang sesuai.
Menghayati perspektif pelanggan, bertindak sebagai penasehat yang dapat dipercaya.
4. Memanfaatkan keragaman, Yaitu menumbuhkan kesempatan-kesempatan melalui keragaman pada banyak orang. Orang dengan kecakapan ini :
Hormat dan mau bergaul dengan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang.
Memahami beragamnya pandangan dan peka terhadap perbedaan antar kelompok.
Memandang keberagaman sebagai peluang, menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua orang sama-sama maju meskipun berbeda-beda.
Berani menantang sikap membeda-bedakan dan intoleransi
5. Kesadaran politik, yaitu membaca kecenderungan social politik yang sedenga berkembang.Orang dengan kecakapan ini :
Membaca dengan cermat hubungan kekuasaan yang paling tinggi.
Mengenal dengan baik semua jaringan social yang penting.
Memahami kekuatan-kekuatan yang membentuk pandangan-pandangan serta tindakan-tindakan klient, pelanggan serta pesaing.
Membaca dengan cermat realitas lembaga maupun realitas di luar.
“Hidup setiap orang begitu khas, istemewa dan unik, siapakah yang mau mendengarkan untuk mengerti keunikan itu ?” (Stepen R. Covery)
Berkomunikasi secara empatis dapat dilatih dengan membiasakan diri mendengarkan perasaan dan perspektif orang lain.
Mendengarkan dibedakan menjadi beberapa tingkat, yaitu:
1. Mengabaikan Tidak berusaha mendengarkan.
2. Pura-pura mendengar Berbuat seolah-olah kita mendengarkan.
3. Mendengar secara selektif Mendengarkan hanya bagian-bagian pembicaraan
yang menarik minat.
4. Mendengar dengan penuh perhatian Memperhatikan dan berfokus pada apa yang dikata -
kan si pembicara dan membandingkan dengan pengalaman kita sendiri.
5. Mendengar secara empati Mendengarkan dan merespon dengan hati maupun
Pikiran untuk mengerti perkataan, maksud dan pera-
saan si pembicara .
Kiat mendengar secra empatik adalah sebagai berikut:
1. Mengatakan kembali isinya, meringkas arti dengan kata-kata sendiri.
2. Merefleksikan perasaan, lebih mendalami dan mulai menangkap perasaanorang lain dengan kata-kata sendiri. Disamping kata-kata, mencoba memperhatikan perasaannya dari bahasa isyarat (non-verbal, raut muka) serta nada suaranya.
3. mengatakan kembali isi serta merefleksikan perasaan, mengekspresikan baik kata-kata maupun perasaan orang lain dengan kata-kata kita sendiri.
Empati Star Performer
Menurut Goleman, lima kemampuan empati yang umumnya dimiliki oleh para star performer adalah :
1. Memahami orang lain, Yaitu mengindera perasaan-perasaan dan perspektif orang lain, serta menunjukkan minat-minat aktif terhadap kepentingan-kepentingan mereka. Orang dengan kecakapan ini :
Memperhatikan isyarat-isyarat emosi dan mendengarkan dengan baik
Menunjukkan kepekaan dan pemahaman terhadap perspektif orang lain.
Membantu berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain.
2. Mengembangkan orang lain, yaitu mengindera kebutuhan orang lain untuk perkembangan dan meningkatkan kemampuan mereka. Orang dengan kecakapan ini :
Mengakui dan menghargai kekuatan, keberhasilan dan perkembangan orang lain.
Menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan mengidentifikasi kebutuhan orang lain untuk berkembang.
Menjadi mentor, memberikan perhatian pada waktu yang tepat, dan penugasan-penugasan yang menantang serta memaksakan dikerahkannya keterampilan seseorang.
3. Orientasi pelayanan, yaitu mengantisipasi, mengakui dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Orang dengan kecakapan ini :
Memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan semua itu dengan pelayanan atau produk yang tersedia.
Mencari berbagai cara untuk meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan.
Dengan senang hati menawarkan bantuan yang sesuai.
Menghayati perspektif pelanggan, bertindak sebagai penasehat yang dapat dipercaya.
4. Memanfaatkan keragaman, Yaitu menumbuhkan kesempatan-kesempatan melalui keragaman pada banyak orang. Orang dengan kecakapan ini :
Hormat dan mau bergaul dengan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang.
Memahami beragamnya pandangan dan peka terhadap perbedaan antar kelompok.
Memandang keberagaman sebagai peluang, menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua orang sama-sama maju meskipun berbeda-beda.
Berani menantang sikap membeda-bedakan dan intoleransi
5. Kesadaran politik, yaitu membaca kecenderungan social politik yang sedenga berkembang.Orang dengan kecakapan ini :
Membaca dengan cermat hubungan kekuasaan yang paling tinggi.
Mengenal dengan baik semua jaringan social yang penting.
Memahami kekuatan-kekuatan yang membentuk pandangan-pandangan serta tindakan-tindakan klient, pelanggan serta pesaing.
Membaca dengan cermat realitas lembaga maupun realitas di luar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih